Kamis, 11 Agustus 2011
INFRARED GAS BRODER MEDION
TEMPAT MAKAN DOC (DOC FEEDER LONG & SHORT)
Minggu, 07 Agustus 2011
Selasa, 02 Agustus 2011
JARING ( NET) KANDANG AYAM
Selasa, 26 Juli 2011
MENYIASATI "ANGIN MATI"
Ada yang bisa dilakukan dengan tetap mempertahankan kandang yang ada, tak harus rombak kandang
Siang itu sinar mentari begitu terik menyengat. Seakan tak mau ketinggalan peran memanaskan udara, hembusan angin turut menghilang, yang sebenarnya bisa sedikit menyejukkan udara sekitar. Dedaunan dan ranting pohon sekitar bergeming, tak bergerak sedikitpun, petunjuk bahwa si bayu (angin) absen dari tempat itu. ?Tampaknya hari ini kurang begitu bersahabat,? guman Yanto mendongak membaca gejala alam. Yanto yang peternak itu segera menyambangi kandangnya yang berlokasi di areal tanah relatif rendah ketimbang dataran sekitarnya. Letaknya yang tidak ideal itu menjadikan kandangnya kerap mengalami yang oleh sebagian pelaku perunggasan diistilahkan dengan ?angin mati?.
Lain lagi yang dialami Suparno, peternak broiler asal Sragen. Ia memilih lokasi kandang di areal persawahan yang dinilainya akan memberikan sirkulasi udara baik. Tapi fakta bicara lain, seiring bertambah umur dan bobot ayam, semakin banyak pula ayamnya berjatuhan. Mendekati panen, tingkat kematian makin menjadi-jadi. Kandang yang merupakan pengembangan usaha dari beberapa kandang sebelumnya ini dihitungnya belum pernah memberikan keuntungan. ?Kandang baru ini hitungannya rugi terus,? Suparno menggerutu.
Kesalahan telah dilakukan Suparno saat membangun kandang. Dengan tujuan memaksimalkan luas lahan agar bisa produksi tinggi, ia membangun kandang dengan lebar melebihi kisaran ideal. ?Belakangan baru tahu setelah berdiskusi dengan tenaga lapangan sebuah perusahaan pakan unggas,? kata Suparno sambil tersenyum. Alhasil, sirkulasi udara tidak berjalan baik, ?angin mati? pun ditunjuk jadi biang besarnya kerugian.
Lain lagi yang dialami Suparno, peternak broiler asal Sragen. Ia memilih lokasi kandang di areal persawahan yang dinilainya akan memberikan sirkulasi udara baik. Tapi fakta bicara lain, seiring bertambah umur dan bobot ayam, semakin banyak pula ayamnya berjatuhan. Mendekati panen, tingkat kematian makin menjadi-jadi. Kandang yang merupakan pengembangan usaha dari beberapa kandang sebelumnya ini dihitungnya belum pernah memberikan keuntungan. ?Kandang baru ini hitungannya rugi terus,? Suparno menggerutu.
Kesalahan telah dilakukan Suparno saat membangun kandang. Dengan tujuan memaksimalkan luas lahan agar bisa produksi tinggi, ia membangun kandang dengan lebar melebihi kisaran ideal. ?Belakangan baru tahu setelah berdiskusi dengan tenaga lapangan sebuah perusahaan pakan unggas,? kata Suparno sambil tersenyum. Alhasil, sirkulasi udara tidak berjalan baik, ?angin mati? pun ditunjuk jadi biang besarnya kerugian.
Langganan:
Postingan (Atom)













